When i actually still blessed /
0 comments (+)
Sabtu kemarin, saya, Nisa dan Kak Yogi berkunjung sebentar ke panti asuhan sayap ibu. Saya memang lumayan senang bermain disana karena banyak bayi. Jadi, kemarin sabtu saya mengajak dua teman ini untuk berkunjung.Sebenarnya, karena pembangunan jembatan, kami tersesat dan sampai hanya 15 menit sebelum jam kunjung berakhir. But still, met those cute babies is incredible.
And after, kami mampir sebentar buat sholat maghrib dan baru makan malam di nasi goreng sapi di depan padmanaba. Nasi goreng yang selalu ramai peminat.
Sekitar pukul 7 malam. Saya dan Nisa sampai lebih dulu. Sembari menunggu kak Yogi dan pesanan kami, kami berbincang-bincang.
Tiba-tiba ada satu anak yang duduk disebelah saya. Ikut mengintip ponsel saya. Karena kebetulan Nisa sedang menanyakan satu gambar, saya juga menunjukkan gambar tersebut pada si adik kecil.
Saya tidak tahu umurnya berapa, tapi dia nampak senang melihat gambar di ponsel saya.
Didalamnya ada gambar rusa. “Tahu nama hewan ini?” tanya saya pada dia.
Dia menggeleng dan tersenyum malu. “Namanya rusa,” saya bilang. “Rusta?” “Rusa, rusa. RU dan SA. tidak pakai huruf T,” “Rusa,” katanya kemudian.
Saya tersenyum padanya. “Pintar,” seru saya kemudian menunjukkan gambar lainnya. Dia nampak senang melihat gambar-gambar di salah satu folder saya.
“Yah, habis,” katanya ketika sudah tak ada gambar yang bisa dilihat lagi.
“Mau mainan gak?” tanya saya kepada si adik kecil.
“MAU!” jawabnya dengan segera dan semangat tinggi. Saya membuka aplikasi Androidify. Saya menunjukkan pada adik kecil tersebut.
Dengan semangat dia memilih bentuk rambut, warna baju (dengan saya sebutkan warna-warnanya), celana, sepatu dan berbagai aksesorisnya. Jemari kecilnya menelusur ponsel saya dengan semangat. Saya senang melihatnya.
“Kamu mau pasang jenggot?” tanya saya, ketika dia memilih beard.
“Kamu kan masih kecil,” ujar saya sambil tertawa. Dia hanya ikut tertawa.
Ketika saya tanya nama dia siapa, adik kecil itu tidak jelas menyebutkan namanya siapa. Mungkin dia masih kesulitan mengucap namanya. Saya perkirakan usianya sekitar 4-5 tahun.
“Yah, sudah selesai,” ketika dia berhasil membentuk androidnya.
“Besok lagi yaa,” ujar saya lagi. Adik kecil itu mengangguk semangat dan berkata “Iya!” kemudian dia beranjak dari kursi disebelah saya.
Baru ketika itu saya sadari kalau dia memegang sesuatu. Gelas plastik sisa minuman ditangannya, bajunya yang kumal dan tidak beralas kaki. Adik kecil itu kemudian berjalan merangkak melalui penikmat nasi goreng sapi yang duduk di gelaran tikar hampir sepanjang gerbang depan padmanaba.
Ah, seharusnya anak seumur itu berada dirumah. Bermain dengan teman sebayanya, mengembangkan kreatifitasnya, merasa nyaman dirumah dan bersiap menerima cerita sebelum tidur. Bukannya berada di pinggir jalan raya untuk mengemis. Berharap orang mengisi recehan dalam gelas plastiknya.
Terbersit rasa syukur, masa kecil saya dapat saya habiskan dengan belajar dan bermain dengan saudara dan teman-teman saya.
Dan kadang, saya memang harus dibangunkan dari mimpi indah yang ada dirumah. Tidak selamanya orang mendapatkan kebahagiaan dan kenikmatan kecil seperti yang saya dapatkan :)
been a while /
0 comments (+)
oke, setelah sekian lama tidak bermain disini. tampilannya yang super canggih membuatku merasa bodoh,kuper, gaptek diblender jadi satu yang akhirnya membuatku bengong.
aku emang kangen sama blog ini. tapi gak punya waktu buat update. gaya mahasiswi masa kini kan emang bejibun tugas T.T
jadi, sementara kupelajari lagi ini dunia blog antah berantah. aku cuma post ini dulu.
yang lainnya menyusuuuul :D
Selamat Tahun Baru :D /
0 comments (+)
dengan judul kayak begitu kayaknya aku minta ditimpuk banget gak sih? hahatelat ngucapin. imlek aja udah lewat juga.
but trust me, i have a really good reason to pass those days without blogging :D
*nobody cares.
banyak hal yang terjadi dan menyita perhatianku.
selain kuliah semester 5 yang memang gila banget numpuk jadwalnya, masih banyak hal lain yang memang butuh kuperhatikan.
such as, bantu-bantu di salah satu LSM yang ada di Jogja. penelitian lapangan yang membuatku sering datang ke panti asuhan. dan lagi ada dua kejadian yang bikin aku mangkel bin kesel.
jadi, aku kecopetan 2x di bus kota. bukan mau menyebar hoax ya, tapi peeps, please be more careful with your belongings.
yang bikin nyesek adalah di kecopetan kedua, karena KTP ane hilang dan aku harus menunjukkan id, aku terpaksa harus bawa pasporku didompet. malangnya nasibku, pasporku ikut ilang juga. yah, you know kalau di Indonesia, mana ada orang yang nemu paspor di jalan trus balikin ke kantor polisi? NEVER!
yang pertama dilihat pastilah isi dompet itu, dan apa yang menghasilkan dari dompet itu buat mereka. sigh
that day, was the first time i am crying at my campus after lecture.
rasanya lebih sakit hati daripada cinta bertepuk sebelah tangan
rasanya, semua perjuanganku ilang begitu aja. fyi, bikin paspor dan mendapatkan semua stempel di Manila dan Beijing itu perjuangan yang sama sekali tidak mudah.
dan diambil oleh pencuri yang sangat tidak tahu diri itu. entah saya harus mengutuk dengan cara apa lagi. rasanya masih terus ada yang mengganjal dalam hati.
didompet pun ada gaji pertamaku.
tapi tetap saja, yang bikin nyesek itu lost my passport.
mau bikin lagi, tapi kok denger-denger harganya lebih mahal -,-
entah deh aku mau bikin pasporku lagi kapan T.T
anyway, semoga tahun ini semua berjalan lancar :)
aku mau fokus di kuliah,kkn, skripsi dan magang
wish you all bunch of luck :)
Label: *galau, mourning, need confetties and fireworks?
:) /
0 comments (+)
see, saya selalu tepat janji hahasetiap tahun, tanggal yang sama, aku tetap absen disini hhe
well turning 21 today, nothing has change significantly. tapi,i feel blessed. too many love i have receive. from my family and friends. banyak orang-orang yang tidak sadar seberapa lingkungannya peduli terhadap dirinya.
aku begitu, tapi aku harus berubah kan?
birthday means wiser than before.
birthday means aprreciate for the things around you.
banyak yang kurang beruntung dibandingkan aku, jadi, keterlaluan rasanya kalo aku mengeluh :)
i really try my best to be better person :)
wish me bunch of luck guys hehe
bytheway, gak ada guna saya sembunyiin tanggal ultah di FB. ujung2nya temen-temen pada tau dari timeline hha
Label: anniversary of mine
Intermezzo :P /
0 comments (+)
minggu ujiaan hahajadi postingan Beijing selanjutnya ditunda dulu :D
btw, karena kemaren mimpi keliling Indonesia, dan untungnya nemu ini
http://www.indonesia.travel/quiz/index.php?fuid=1144625926
coba deh ><
pengen keliling Indo gratis hehe
Trip To Beijing (Part 4) /
0 comments (+)
Sampai di Universitas Peking udah rame banget hall pendaftarannya. Disana, banyaknya make sepeda. Motor yang berkeliaran bisa diitung jari. Bahkan mobil di kedokteran UGM lebih banyak dari mobil yang terparkir di Universitas Peking itu. Nanti, bagi-bagi policy yang ada disana hehe.
Kami dapet tas yang ada Rules of Procedure sidang dan satu buku pedoman lainnya serta peta. Setelah itu, harusnya kami dapet tanda pengenal tapi karena satu kesalahan, punyaku dan Ical nggak ada. kami dijanjiin besok bakal dikasih. Dan langsung dimulai upacara pembukaannya.
Kami diberi waktu istirahat makan sebentar dan kami masuk ke salah satu bangunan tempat makan. Tapi salahnya itu tempat makan bagi lingkungan Peking University. Karena pas bayar, mereka nggak mau nerima uang.
Yaiyalah kami ngerasa aneh. Masa iya orang dikasih uang nggak mau?
Kembali terjadi miskomunikasi. Ternyata, ditempat itu mereka make kartu. Buset, idup di cina yang harus dimiliki adalah kartu-kartu. Kartu langganan subway, bus, kartu buat makan, tempat wisata pun masuk pake kartu. -.-
Bagus sih, ngurangin penggunaan kertas. Tetap cintai bumi guys.
Kami dijelasin oleh salah satu mahasiswa sana yang untungnya bisa bahasa inggris. Dia awalnya mau bantu sih, tapi dia lupa password kartunya juga haha mamam deh tuh. Akhirnya mereka nerima uang kita dan nuker ke kantor kantin itu. Untungnya kita bisa makan :P
Abis itu kita balik ke Peking Univ dan mulai jalan ke tempat sidang masing-masing. Aku dan Ical di General Assembly (GA)sebagai delegates of Saudi Arabia (Aseek, jadi cewek arab bentar). Pepri sama Uci di Futuristic Security Council (FSC) sebagai delegates of South Africa. Sementara si fuad di UNICEF sebagai delegates of Sudan (Sekarang dia tiap latian KoMUN pake ni negara, emang cocok mukanya jadi orang sono).
Sidang pertama, council kami masih milih tema mana yang mau dibahas lebih lanjut. Tema 1 tentang global drug control dan tema 2 tentang imigrasi something. Lupa aku, yang bikin position paper itu bukan aku hehe, aku bikin pospap yang global drug control :D
Setelah mengalami perdebatan tema itu, kami akhirnya milih tema 1 yang dibahas lebih lanjut di council itu. Dan 3 hari kedepan itu, masing-masing delegasi negara punya kepentingan masing-masing dalam kasus yang sedang diperdebatkan. Terus bikin blok negara-negara, bikin working paper, bikin draft resolution .seru banget deh :D
Malemnya kita ada cocktail party. Seperti biasa, kami berangkat naik subway. Trus dari stasiun tujuan jalan ke Wenjin hotel lumayan jauh kami memutuskan untuk naik taksi. Cuma aku, uci sama ical. Huks, kakinya sakit banget soalnya. Mana pake high heels lagi TT. Pas kita akhirnya berhasil memberhentikan taksi, eh ada orang nyerobot ngambil taksi kami. Sial, sumpah serapah udah keluar deh itu. Akhirnya kami jalan juga TT. Sampe disana, karena jelas nggak boleh minum alkohol, kami milih alternatif minuman lainnya. Which is aer putih panas, subhanallah. Ckck. Kasih jus ato apa gitu kek, hiks sedih bener.
Sayangnya hari kedua aku nge-drop. Jadi hari kedua itu aku nggak ikut sidang T.T full istirahat di hostel. Mulai ngobrol sama si Tony, temen sekamar kita yang dari Prancis.
Itu orang agak miring kali ya, aneh bener. Becanda mulu kerjaannya.
Hari ketiga aku ikut sidang lagi, partnerku tukeran. Aku jadi sama Uchi. Kami jadi cewe-cewe arab haha. Satu hari gak ikut sidang dan itu bikin bingung. Karena tiba-tiba udah ada banyak working paper yang menumpuk. Udah banyak bikin blok sendiri-sendiri. pas hari pertama itu kita bikin blok antara negara-negara timur tengah. Sama United Arab Emirates (UAE) dan Iran. Pas hari ketiga Iran gantian tepar dan UAE sulit ditemukan. Akhirnya setelah cari-cari, ketemulah UAE ditempat tersedianya coffe break. Kita nanya, mereka ternyata gabung jadi signatories country di WP 1.3
Akhirnya kita memutuskan gabung juga ke WP 1.3 itu karena kesamaan visi dan misi antar negara timteng itu.
Akhirnya kita jadi akrab banget sama mbak-mbak UAE haha. Sidang hari itu 2 sesi. Dari jam 9 pagi sampe jam 12 abis itu lanjut lagi jam 1 sampe jam 4. Semua sidang kami di Hotel Wenjin, Cuma hari pertama doang kmrn yang di Peking Univ. Untungnya didepan Wenjin hotel ada Moeslem Resto. Jadi kita kesana deh hoho.
Pas kita masuk, kita milih tempatnya agak belakang. Karena yang kosong Cuma itu. Dan ternyata mereka nggak punya menu dengan alfabet. Akhirnya buat mesen itu kita kembali jadi gadis tarzan. Nunjuk-nunjuk gambar makanan yang mau kita pesen didepan. Orangnya ngangguk-ngangguk aja haha.
Makan daging tanpa ragu itu halal apa nggak, senangnyaa :D
Karena itu tempat penuh banget, jadinya ada pelanggan yg gak dapet tempat. Akhirnya sama yang punya resto disuruh duduk disebelah kita. Mereka juga 2 orang sih, tapi cowok-cowok.
Mereka ngajakin kami ngobrol dengan bahasa inggris patah-patah. Kadang-kadang bingung juga sih nerjemahin maksud mereka.
Kami dibilang cantik dong sama yang punya resto haha (diterjemahin sama mas-mas yg duduk disebelahku)
Ternyata restoran muslim ini nggak Cuma digemarin sama orang-orang muslim doang loh. Itu mas-mas dateng ke restoran itu juga karena makanannya enak.
Selesai makan, aku (yang makan nasi dengan daging dan paprika ,tau deh itu menu namanya apaan) minta air mineral. Dan, diterjemahin lagi sama mas-mas yang duduk disebelahku. Malah dikasih sup. Ya amplop, anehnyoo.
Aku nolak kan, soalnya aku maunya aer putih. Biar gak cegukan haha. Dan akhirnya kami keluar dari resto itu. Bahasa yang diketahui satu-satunya yang punya resto itu adalah
“Assalamu’alaykum,” dan dia bales “Walaykumsalam,” kenceng banget ke kami berdua. Seneng deh rasanya.
Kami berempat jalan bentar cari air mineral. Dan akhirnya malah kami dibeliin air mineralnya sama cowo-cowo itu. Sayangnya bukan dibayarin pas makannya aja haha minta digampar banget ini ><
Kami balik ke ruang sidang. Dimana aku terus mengamati delegasi dari Macedonia sementara si Uci merhatiin si Ibbat mas-mas pakistan sebelum mulai sidang sesi kedua.
Sidang sesi kedua hari itu, mulai keluar draft resolution. Kami mulai banjir draft resolution.
OOT, sebelahku kan si South Africa, tadi pagi diajak ngobrol sama dia terkait dengan draft resolution bikinan dia. Pas dia jelasin, (maaf chair, kami mengabaikanmu) aku malah gak bisa konsen. Tau alasannya? Itu karena dia BAU MULUT. Iya, BAU MULUT! .
Ngeliat kejadian pas makan siang (2 mas-mas itu juga nggak minum, btw) aku jadi tau kenapa bau sambel khas China itu tetap menempel mereka.
Pulang sidang, kami ke pepper bar hotel buat farewell cabaret. Kami rencana nari bali. Tapi karena tempatnya sempit banget kami mikir ulang. Mana nggak ada ruang khusus buat kami ganti kostum.
Akhirnya kami tetep milih buat nari. Berdua dikamar mandi cewe ganti kostum tari bali yang ribet. Dan make up seadanya.
Padahal biasanya kami kalo mau nampil itu persiapannya minimal 2 jam sebelum. Ini 2 jam aja nggak ada >< buset dah. Nari kali ini perjuangannya lebih gede men.
Akhirnya kami nampil sebagai acara penutup. Karena sewa tempat waktunya udah mepet, kami terpaksa motong bagian terakhir. Tapi tetep aja, tari pendet yang kami bawa hari itu menuai banyak pujian :D
Cita-citaku kesampaian juga :D
Meski akibatnya adalah kami nggak bisa nonton perform dari yang lain karena sibuk mempersiapkan diri.
Besoknya, sidang sesi terakhir. Sesi terakhir itu mutusin DR siapa yang lolos. Makan siang lagi di muslim resto depan Wenjin Hotel. Bilang “Assalamu’alaykum” lagi buat perpisahan sama bapak-bapaknya. Karena besok kita nggak kesana lagi.
Setelah sesi terakhir itu kami ikut penutupan sidang. Muka temen-temen pada capek tapi tetep sumringah.
Pulang dari Peking Univ hari itu aku tepar. Nggak sengaja ketiduran. Trus si bule gila Tony malah tendang-tendang ranjangku.
“Hey, wake up you lazy girl!”
Hadoh, ni orang bedon bener sih, aye capek sidang 2 sesi men T.T
Masih pura-pura tidur akunya. Biarin aja deh dikira kebo. Terlanjur BT aku hiks.
Aku lupa malem itu kita makan apa ya haha. Ini akibat dari nggak segera dicatet deh ><
Ah, kangen deh sama temen-temen baruku :)
Dan besok-besoknya, it’s our play time guys :D
Label: holiday of yey me, nice trip or what?
Trip to Beijing (Part 3) /
0 comments (+)
Rencana hari berikutnya adalah, menemukan KBRI untuk laporan datang. Kami baru keluar sekitar pukul 11an dari hostel, sampai di Dongzhimen station jam 12an. Kita jalan aja karena dialamatnya KBRI itu di outer Dongzhimen.
ini diluar Dongzhimen station
OOT hehe, aku nemu sesuatu yang unik disana. Iklan-iklan ditaruhnya di trotoar pejalan kaki. Karena apa? Karena orang sana banyakan jalan liat kebawah. Dan karena tiap beberapa hari, ada yang ngebersihin tiang dari tempel-tempelan poster. Bersih banget deh Beijing itu. Tiap beberapa jam sekali kita juga nemu kendaraan (semacam truk) dengan sikat besar berputar dibawahnya. Untuk membersihkan jalan. Waow banget haha
Kami terus jalan menyusuri jalan Dongzhimen itu dengan canda tawa. Pake foto-foto juga. Kapan lagi kita nggembel di negeri orang coba? Haha
Namun, sampai beberapa waktu kemudian, kita tetep belum nemu itu KBRI. Buset dah.
Akhirnya kita mampir bentar makan di Mc D (because we thought it is the safest food, no pork). Masih becanda-becanda juga, ngatain jaket si pepri yang warnanya serupa dengan jaket mas-mas McD haha
McD disono murah ye? 16,5 yuan (RMB 16,5) udah dapet burger, kentang dan coke dengan porsi besar tanpa ada pajak tambahan. Dewa bener.
Abis itu, kita keluar lagi. Ampun deh, makin lama kabutnya makin tebel. Aku belum pernah berada ditempat yang siang (harusnya panas) malah diselimuti kabut.
Dua jam keliling dan itu tempat
Sekitar jam 3an gitu, kita akhirnya nemu salah satu kantor kedutaan. Kalo gak salah sih kedutaan Swiss. Nah, biasanya kan kantor kedutaan itu satu kawasan. Harapan kita udah kembali muncul. Nanya ke polisi China yang pake seragam ijo itu loh.
OOT bentar ya, fyi konsistensi mereka itu mantap banget loh. The green police i mean. Mereka Cuma disediain satu petak blok kayak yg biasanya tempat bendera di Indo. Denger-denger shift mereka 12jam dan aku liat dipinggir petak balok dari semen itu Cuma ada 1 gelas air minum. Dan selama 12 jam shift mereka itu, mereka Cuma berdiri ngawasin tiap rumah Kedutaan-kedutaan itu. Satu kedutaan, satu penjaga. Ya Tuhan, merinding deh waktu itu liat pengabdian mereka. Emang kerjanya remeh, tapi hal kayak gitu jarang ditemuin disini. Tapi gak tau juga sih mereka ngelakuin tugasnya karena bener-bener mengabdi ato karena takut peraturan negara mereka yang otoriter. Centralism is not that bad if we look with a different perspective. Dan tentu kalo pemerintahnya punya komitmen dan konsistensi seperti negara yang sudah kukunjungi itu.
Ternyata, KBRI masih jauh dari tempat itu T.T
Kita sempet ketemu orang Kanada. Dan mereka bantuin nyari lewat gps berhubung pak polisi-polisi tadi nggak ngeh bahasa inggris. Dengan bantuan gps pasutri Kanada itu kami lebih mendekat pada KBRI. Tapi ternyata nggak secepet itu. Kami masih nyasar, masuk ke blok kedutaan yang lain. Takjub ngeliatin itu kedutaan gede bener. Lewat kedutaan Arab dan si fuad pamer kemampuan bahasa arabnya :D
Abis itu dianter lagi. Pokoknya kita ketemu orang baik banyaaaaakkk banget. Karena kita nyasar berkali-kali dan akhirnya kami sammpe KBRI jam 4 kurang 15 menit. Mepet banget ><
Harapan kami besar banget sebelum dateng kesitu. Kita di negara bahasa alien, gimana rasanya bakal ngomong sama orang Indo lagi diluar kelompok kita. Tapi begitu masuk
“Ah, ekspektasi ku terlalu tinggi rupanya,” Cuma membatin kayak gitu.
Mbak dan mas nya jutek. Sok penting banget. Trus kita juga disuruh fotocopy sendiri
“Mas keluar dari ruang ini belok kiri aja, abis itu cari ruangan yang ada mesin fotocopy-annya,”
What the? Masa iya kami disuruh cari sendiri? -.-
Untungnya kami dikasih tau sama mbak-mbak yang duduk disebelah kami. Udah gitu ternyata rusak pula fotocopy annya zzzzz
“Hh, yaudah, sini saya fotocopy aja,” mas-masnya menghela nafas panjang. Seolah-olah nanganin orang-orang retarded gitu. Plis deh mas, itu kan perlengkapan kantor mas, masa iya ngambek didepan kita?
Trus, kalo ada fotocopy an di kantor mas dari kapan tau, kenapa kita disuruh fotocopy sendiri? nggak efisien ih
Abis itu udah deh males banget kami sama mereka. Kita mau numpang sholat aja Cuma dikasih sajadah dan disuruh sholat di tempat fotocopy an. Ya Amplop. Ya wes kita nggak jadi aja. Males duluan.
Mana air mineralnya kosong lagi, buset dah kami jalan hampir 4 jam dingin-dinginan dan nggak ada minum. TT sedih bener. Sama orang setanah air perlakuannya begini.
Ada juga yang nanya tempat, tapi abis itu dijawabnya “liat aja di google map,”
Yee, kalo di google map mah nggak usah dibilangin kali ya. Harapan dari penanya itu kan biar dapet penjelasan lengkap harus kemana-mananya.
Kami ngisi kritik dan saran. Ah, aku jadi menggeneralisasikan kalo birokrat di Indonesia nggak akan membaca dengan serius itu kritik dan saran. Nggak yakin dibaca juga sih. Biarin deh, yang penting kita punya niat memperbaiki. Terserah yang diposisi atas-atas itu aja mau memperbaiki apa nggak. Kalo kalian nggak sanggup, generasi kami yang bakal ganti! (tiba-tiba emosi lagi, abis kena kuliah Etika Administrasi Negara, jadi ngerti :P ).
Btw, laporan dateng itu ternyata Cuma segede 2jempol T.T tapi sayangnya penting sekali untuk menjamin kehidupan kami disana.
Jangan langsung percaya ya sama tulisanku haha, biar temen-temen tertarik untuk datang ke beijing dan mencoba sendiri KBRI nya.
Oke oke, calm down.
Abis dari sana, si Uchi bilang ‘bye-bye’ ke polisi ijo. Dengan canggungnya dia ngangguk.
Kami lanjut ke Peking University. Liat lokasi sidang besok hehe. Disana kami keliling-keliling dan nemu lokasi pembukaan sidangnya. Baru setelah itu kami balik. Mampir dulu beli coat soalnya nggak kuat hawa dinginnya TT . untungnya aku sama uci dapet coat murah harga 99 yuan haha.
(nanti beberapa kebijakan unik disana aku kasih di akhir cerita aja ya hehe, kami dapet banyak cerita dari alumni kami yang kerja di Perminyakan Beijing yang makin bikin takjub)
Pulang-pulang, kami beli nasi lagi di bar hostel dan makan dengan kering-keringan haha. Aduh, lidah kami belum terbiasa dengan makanan hambar orang sana.
Ini kejadian yang bikin shock. Malem-malem, saat kami tertidur lelap. Tiba-tiba... ada gedoran di pintu hostel kami. Si fuad pergi membukakan pintu. Tiba-tiba dia membereskan satu ranjang yang tidak kelompok kami tiduri (kami ada 5 orang sementara ada 6 kasur dikamar itu). Dan satu cowok masuk. Karena aku terlalu ngantuk, aku tidur aja. Nggak ngeh apa-apa.
Paginya, hari pertama sidang. Kami bersiap-siap dari pagi. Jelas aja kami gaduh. Kasian juga liat mas-mas bule itu bobo sekamar bareng kita. Pagi-pagi udah gaduh ada bau menyengat juga dari pop mie bikinan kami haha.
Kami, udah rapi pake suit dan pantofel, jalan ke stasiun Yonghegong Temple.
Menuju Peking University .
Label: holiday of yey me, nice trip or what?