After a year /
0 comments (+)
Hai haiii :DSaya lagi. iya, saya masih hidup.
Kemarin-kemarin, sukanya buka-buka blog terus tutup lagi karena bingung mau ngisi apa.
Thanks to Kak Ika, yang nemenin Whatsapp-an sampe sahur dan akhirnya bikin aku semangat buat nulis blog lagi.
Oh iya, Selamat menjalankan ibadah puasa bagi yang menjalankan ya :)
Selama setahun kemarin saya ngilang kemana? Anyone? ada yang pengen tau?
Oke, karena banyak permintaan saya bikin brief summary ya
Sebentar, ditilep buat beli sahur sekalian fangirling dulu sama Kak Ika *Smirk*
So, last year, aku pergi KKN. Awalnya mau pergi ke Tasikmalaya, tapi karena beberapa hal akhirnya aku ikut KKN di gunung kidul, Yogyakarta. Hidupku kayak gak asik banget ya, disitu-situ aja -_-'
Pulang dari KKN tentu tidak dengan tangan kosong :D , saya pulang bawa status baru.
Sekarang, statusku udah jadi pacar orang \(^o^)/ hahaha
Begitulah, ceritanya saya cinlok sama mas pacar ini karena kita satu sub unit. Selama satu bulan tinggal dirumah yang sama. Ketemu mulu haha
Basicly, He's everything that i'm not. Dia hobi mandi, hidupnya teratur (e.g: makan 3x sehari), orang yang gak neko-neko dan rajin (buktinya sekarang skripsi udah kelar deh si doi)and sometimes i forget that he's 9 months younger than me.
Mau tahu saya? kebalikan dari itu semua. My friend said that he's a keeper dan perbedaan itu yang bikin kalian in relationship. Maybe she's right. Or maybe we just love each other and want to make things right :) Udah jalan 11 bulan, bulan ini. Jadi untuk sekarang, kami akan jalanin dulu tangan nutupin wajah dari kamera, sok ngartis (gak nyambung)
Nasib akademis saya? Setelah KKN saya masih ambil kelas. 2 mengulang dan 2 lagi buat mengisi waktu luang. Waktu gue se-selow itu *sigh.
Tapi ambil kelas mengulang itu dapat nilai bagus dan didaftarin beasiswa ohoho. ;) Sekarang sudah tidak ambil kelas sama sekali. Nyicil skripsi yang dua kali ditolak sama si ibu dosen funky.
Akhirnya sekarang lagi ngerjain yang baru. Wish me luck ><
I'm 22 now. Gee, those number increased like a minute. I just want to be more mature and wiser than before. Dan akan saya tunjukkan mulai dari pergantian skin kali ini hahahaha.
*Ternyata masih labil*
Label: me, why i love this?
When i actually still blessed /
0 comments (+)
Sabtu kemarin, saya, Nisa dan Kak Yogi berkunjung sebentar ke panti asuhan sayap ibu. Saya memang lumayan senang bermain disana karena banyak bayi. Jadi, kemarin sabtu saya mengajak dua teman ini untuk berkunjung.Sebenarnya, karena pembangunan jembatan, kami tersesat dan sampai hanya 15 menit sebelum jam kunjung berakhir. But still, met those cute babies is incredible.
And after, kami mampir sebentar buat sholat maghrib dan baru makan malam di nasi goreng sapi di depan padmanaba. Nasi goreng yang selalu ramai peminat.
Sekitar pukul 7 malam. Saya dan Nisa sampai lebih dulu. Sembari menunggu kak Yogi dan pesanan kami, kami berbincang-bincang.
Tiba-tiba ada satu anak yang duduk disebelah saya. Ikut mengintip ponsel saya. Karena kebetulan Nisa sedang menanyakan satu gambar, saya juga menunjukkan gambar tersebut pada si adik kecil.
Saya tidak tahu umurnya berapa, tapi dia nampak senang melihat gambar di ponsel saya.
Didalamnya ada gambar rusa. “Tahu nama hewan ini?” tanya saya pada dia.
Dia menggeleng dan tersenyum malu. “Namanya rusa,” saya bilang. “Rusta?” “Rusa, rusa. RU dan SA. tidak pakai huruf T,” “Rusa,” katanya kemudian.
Saya tersenyum padanya. “Pintar,” seru saya kemudian menunjukkan gambar lainnya. Dia nampak senang melihat gambar-gambar di salah satu folder saya.
“Yah, habis,” katanya ketika sudah tak ada gambar yang bisa dilihat lagi.
“Mau mainan gak?” tanya saya kepada si adik kecil.
“MAU!” jawabnya dengan segera dan semangat tinggi. Saya membuka aplikasi Androidify. Saya menunjukkan pada adik kecil tersebut.
Dengan semangat dia memilih bentuk rambut, warna baju (dengan saya sebutkan warna-warnanya), celana, sepatu dan berbagai aksesorisnya. Jemari kecilnya menelusur ponsel saya dengan semangat. Saya senang melihatnya.
“Kamu mau pasang jenggot?” tanya saya, ketika dia memilih beard.
“Kamu kan masih kecil,” ujar saya sambil tertawa. Dia hanya ikut tertawa.
Ketika saya tanya nama dia siapa, adik kecil itu tidak jelas menyebutkan namanya siapa. Mungkin dia masih kesulitan mengucap namanya. Saya perkirakan usianya sekitar 4-5 tahun.
“Yah, sudah selesai,” ketika dia berhasil membentuk androidnya.
“Besok lagi yaa,” ujar saya lagi. Adik kecil itu mengangguk semangat dan berkata “Iya!” kemudian dia beranjak dari kursi disebelah saya.
Baru ketika itu saya sadari kalau dia memegang sesuatu. Gelas plastik sisa minuman ditangannya, bajunya yang kumal dan tidak beralas kaki. Adik kecil itu kemudian berjalan merangkak melalui penikmat nasi goreng sapi yang duduk di gelaran tikar hampir sepanjang gerbang depan padmanaba.
Ah, seharusnya anak seumur itu berada dirumah. Bermain dengan teman sebayanya, mengembangkan kreatifitasnya, merasa nyaman dirumah dan bersiap menerima cerita sebelum tidur. Bukannya berada di pinggir jalan raya untuk mengemis. Berharap orang mengisi recehan dalam gelas plastiknya.
Terbersit rasa syukur, masa kecil saya dapat saya habiskan dengan belajar dan bermain dengan saudara dan teman-teman saya.
Dan kadang, saya memang harus dibangunkan dari mimpi indah yang ada dirumah. Tidak selamanya orang mendapatkan kebahagiaan dan kenikmatan kecil seperti yang saya dapatkan :)
been a while /
0 comments (+)
oke, setelah sekian lama tidak bermain disini. tampilannya yang super canggih membuatku merasa bodoh,kuper, gaptek diblender jadi satu yang akhirnya membuatku bengong.
aku emang kangen sama blog ini. tapi gak punya waktu buat update. gaya mahasiswi masa kini kan emang bejibun tugas T.T
jadi, sementara kupelajari lagi ini dunia blog antah berantah. aku cuma post ini dulu.
yang lainnya menyusuuuul :D
Selamat Tahun Baru :D /
0 comments (+)
dengan judul kayak begitu kayaknya aku minta ditimpuk banget gak sih? hahatelat ngucapin. imlek aja udah lewat juga.
but trust me, i have a really good reason to pass those days without blogging :D
*nobody cares.
banyak hal yang terjadi dan menyita perhatianku.
selain kuliah semester 5 yang memang gila banget numpuk jadwalnya, masih banyak hal lain yang memang butuh kuperhatikan.
such as, bantu-bantu di salah satu LSM yang ada di Jogja. penelitian lapangan yang membuatku sering datang ke panti asuhan. dan lagi ada dua kejadian yang bikin aku mangkel bin kesel.
jadi, aku kecopetan 2x di bus kota. bukan mau menyebar hoax ya, tapi peeps, please be more careful with your belongings.
yang bikin nyesek adalah di kecopetan kedua, karena KTP ane hilang dan aku harus menunjukkan id, aku terpaksa harus bawa pasporku didompet. malangnya nasibku, pasporku ikut ilang juga. yah, you know kalau di Indonesia, mana ada orang yang nemu paspor di jalan trus balikin ke kantor polisi? NEVER!
yang pertama dilihat pastilah isi dompet itu, dan apa yang menghasilkan dari dompet itu buat mereka. sigh
that day, was the first time i am crying at my campus after lecture.
rasanya lebih sakit hati daripada cinta bertepuk sebelah tangan
rasanya, semua perjuanganku ilang begitu aja. fyi, bikin paspor dan mendapatkan semua stempel di Manila dan Beijing itu perjuangan yang sama sekali tidak mudah.
dan diambil oleh pencuri yang sangat tidak tahu diri itu. entah saya harus mengutuk dengan cara apa lagi. rasanya masih terus ada yang mengganjal dalam hati.
didompet pun ada gaji pertamaku.
tapi tetap saja, yang bikin nyesek itu lost my passport.
mau bikin lagi, tapi kok denger-denger harganya lebih mahal -,-
entah deh aku mau bikin pasporku lagi kapan T.T
anyway, semoga tahun ini semua berjalan lancar :)
aku mau fokus di kuliah,kkn, skripsi dan magang
wish you all bunch of luck :)
Label: *galau, mourning, need confetties and fireworks?
:) /
0 comments (+)
see, saya selalu tepat janji hahasetiap tahun, tanggal yang sama, aku tetap absen disini hhe
well turning 21 today, nothing has change significantly. tapi,i feel blessed. too many love i have receive. from my family and friends. banyak orang-orang yang tidak sadar seberapa lingkungannya peduli terhadap dirinya.
aku begitu, tapi aku harus berubah kan?
birthday means wiser than before.
birthday means aprreciate for the things around you.
banyak yang kurang beruntung dibandingkan aku, jadi, keterlaluan rasanya kalo aku mengeluh :)
i really try my best to be better person :)
wish me bunch of luck guys hehe
bytheway, gak ada guna saya sembunyiin tanggal ultah di FB. ujung2nya temen-temen pada tau dari timeline hha
Label: anniversary of mine
Intermezzo :P /
0 comments (+)
minggu ujiaan hahajadi postingan Beijing selanjutnya ditunda dulu :D
btw, karena kemaren mimpi keliling Indonesia, dan untungnya nemu ini
http://www.indonesia.travel/quiz/index.php?fuid=1144625926
coba deh ><
pengen keliling Indo gratis hehe
Trip To Beijing (Part 4) /
0 comments (+)
Sampai di Universitas Peking udah rame banget hall pendaftarannya. Disana, banyaknya make sepeda. Motor yang berkeliaran bisa diitung jari. Bahkan mobil di kedokteran UGM lebih banyak dari mobil yang terparkir di Universitas Peking itu. Nanti, bagi-bagi policy yang ada disana hehe.
Kami dapet tas yang ada Rules of Procedure sidang dan satu buku pedoman lainnya serta peta. Setelah itu, harusnya kami dapet tanda pengenal tapi karena satu kesalahan, punyaku dan Ical nggak ada. kami dijanjiin besok bakal dikasih. Dan langsung dimulai upacara pembukaannya.
Kami diberi waktu istirahat makan sebentar dan kami masuk ke salah satu bangunan tempat makan. Tapi salahnya itu tempat makan bagi lingkungan Peking University. Karena pas bayar, mereka nggak mau nerima uang.
Yaiyalah kami ngerasa aneh. Masa iya orang dikasih uang nggak mau?
Kembali terjadi miskomunikasi. Ternyata, ditempat itu mereka make kartu. Buset, idup di cina yang harus dimiliki adalah kartu-kartu. Kartu langganan subway, bus, kartu buat makan, tempat wisata pun masuk pake kartu. -.-
Bagus sih, ngurangin penggunaan kertas. Tetap cintai bumi guys.
Kami dijelasin oleh salah satu mahasiswa sana yang untungnya bisa bahasa inggris. Dia awalnya mau bantu sih, tapi dia lupa password kartunya juga haha mamam deh tuh. Akhirnya mereka nerima uang kita dan nuker ke kantor kantin itu. Untungnya kita bisa makan :P
Abis itu kita balik ke Peking Univ dan mulai jalan ke tempat sidang masing-masing. Aku dan Ical di General Assembly (GA)sebagai delegates of Saudi Arabia (Aseek, jadi cewek arab bentar). Pepri sama Uci di Futuristic Security Council (FSC) sebagai delegates of South Africa. Sementara si fuad di UNICEF sebagai delegates of Sudan (Sekarang dia tiap latian KoMUN pake ni negara, emang cocok mukanya jadi orang sono).
Sidang pertama, council kami masih milih tema mana yang mau dibahas lebih lanjut. Tema 1 tentang global drug control dan tema 2 tentang imigrasi something. Lupa aku, yang bikin position paper itu bukan aku hehe, aku bikin pospap yang global drug control :D
Setelah mengalami perdebatan tema itu, kami akhirnya milih tema 1 yang dibahas lebih lanjut di council itu. Dan 3 hari kedepan itu, masing-masing delegasi negara punya kepentingan masing-masing dalam kasus yang sedang diperdebatkan. Terus bikin blok negara-negara, bikin working paper, bikin draft resolution .seru banget deh :D
Malemnya kita ada cocktail party. Seperti biasa, kami berangkat naik subway. Trus dari stasiun tujuan jalan ke Wenjin hotel lumayan jauh kami memutuskan untuk naik taksi. Cuma aku, uci sama ical. Huks, kakinya sakit banget soalnya. Mana pake high heels lagi TT. Pas kita akhirnya berhasil memberhentikan taksi, eh ada orang nyerobot ngambil taksi kami. Sial, sumpah serapah udah keluar deh itu. Akhirnya kami jalan juga TT. Sampe disana, karena jelas nggak boleh minum alkohol, kami milih alternatif minuman lainnya. Which is aer putih panas, subhanallah. Ckck. Kasih jus ato apa gitu kek, hiks sedih bener.
Sayangnya hari kedua aku nge-drop. Jadi hari kedua itu aku nggak ikut sidang T.T full istirahat di hostel. Mulai ngobrol sama si Tony, temen sekamar kita yang dari Prancis.
Itu orang agak miring kali ya, aneh bener. Becanda mulu kerjaannya.
Hari ketiga aku ikut sidang lagi, partnerku tukeran. Aku jadi sama Uchi. Kami jadi cewe-cewe arab haha. Satu hari gak ikut sidang dan itu bikin bingung. Karena tiba-tiba udah ada banyak working paper yang menumpuk. Udah banyak bikin blok sendiri-sendiri. pas hari pertama itu kita bikin blok antara negara-negara timur tengah. Sama United Arab Emirates (UAE) dan Iran. Pas hari ketiga Iran gantian tepar dan UAE sulit ditemukan. Akhirnya setelah cari-cari, ketemulah UAE ditempat tersedianya coffe break. Kita nanya, mereka ternyata gabung jadi signatories country di WP 1.3
Akhirnya kita memutuskan gabung juga ke WP 1.3 itu karena kesamaan visi dan misi antar negara timteng itu.
Akhirnya kita jadi akrab banget sama mbak-mbak UAE haha. Sidang hari itu 2 sesi. Dari jam 9 pagi sampe jam 12 abis itu lanjut lagi jam 1 sampe jam 4. Semua sidang kami di Hotel Wenjin, Cuma hari pertama doang kmrn yang di Peking Univ. Untungnya didepan Wenjin hotel ada Moeslem Resto. Jadi kita kesana deh hoho.
Pas kita masuk, kita milih tempatnya agak belakang. Karena yang kosong Cuma itu. Dan ternyata mereka nggak punya menu dengan alfabet. Akhirnya buat mesen itu kita kembali jadi gadis tarzan. Nunjuk-nunjuk gambar makanan yang mau kita pesen didepan. Orangnya ngangguk-ngangguk aja haha.
Makan daging tanpa ragu itu halal apa nggak, senangnyaa :D
Karena itu tempat penuh banget, jadinya ada pelanggan yg gak dapet tempat. Akhirnya sama yang punya resto disuruh duduk disebelah kita. Mereka juga 2 orang sih, tapi cowok-cowok.
Mereka ngajakin kami ngobrol dengan bahasa inggris patah-patah. Kadang-kadang bingung juga sih nerjemahin maksud mereka.
Kami dibilang cantik dong sama yang punya resto haha (diterjemahin sama mas-mas yg duduk disebelahku)
Ternyata restoran muslim ini nggak Cuma digemarin sama orang-orang muslim doang loh. Itu mas-mas dateng ke restoran itu juga karena makanannya enak.
Selesai makan, aku (yang makan nasi dengan daging dan paprika ,tau deh itu menu namanya apaan) minta air mineral. Dan, diterjemahin lagi sama mas-mas yang duduk disebelahku. Malah dikasih sup. Ya amplop, anehnyoo.
Aku nolak kan, soalnya aku maunya aer putih. Biar gak cegukan haha. Dan akhirnya kami keluar dari resto itu. Bahasa yang diketahui satu-satunya yang punya resto itu adalah
“Assalamu’alaykum,” dan dia bales “Walaykumsalam,” kenceng banget ke kami berdua. Seneng deh rasanya.
Kami berempat jalan bentar cari air mineral. Dan akhirnya malah kami dibeliin air mineralnya sama cowo-cowo itu. Sayangnya bukan dibayarin pas makannya aja haha minta digampar banget ini ><
Kami balik ke ruang sidang. Dimana aku terus mengamati delegasi dari Macedonia sementara si Uci merhatiin si Ibbat mas-mas pakistan sebelum mulai sidang sesi kedua.
Sidang sesi kedua hari itu, mulai keluar draft resolution. Kami mulai banjir draft resolution.
OOT, sebelahku kan si South Africa, tadi pagi diajak ngobrol sama dia terkait dengan draft resolution bikinan dia. Pas dia jelasin, (maaf chair, kami mengabaikanmu) aku malah gak bisa konsen. Tau alasannya? Itu karena dia BAU MULUT. Iya, BAU MULUT! .
Ngeliat kejadian pas makan siang (2 mas-mas itu juga nggak minum, btw) aku jadi tau kenapa bau sambel khas China itu tetap menempel mereka.
Pulang sidang, kami ke pepper bar hotel buat farewell cabaret. Kami rencana nari bali. Tapi karena tempatnya sempit banget kami mikir ulang. Mana nggak ada ruang khusus buat kami ganti kostum.
Akhirnya kami tetep milih buat nari. Berdua dikamar mandi cewe ganti kostum tari bali yang ribet. Dan make up seadanya.
Padahal biasanya kami kalo mau nampil itu persiapannya minimal 2 jam sebelum. Ini 2 jam aja nggak ada >< buset dah. Nari kali ini perjuangannya lebih gede men.
Akhirnya kami nampil sebagai acara penutup. Karena sewa tempat waktunya udah mepet, kami terpaksa motong bagian terakhir. Tapi tetep aja, tari pendet yang kami bawa hari itu menuai banyak pujian :D
Cita-citaku kesampaian juga :D
Meski akibatnya adalah kami nggak bisa nonton perform dari yang lain karena sibuk mempersiapkan diri.
Besoknya, sidang sesi terakhir. Sesi terakhir itu mutusin DR siapa yang lolos. Makan siang lagi di muslim resto depan Wenjin Hotel. Bilang “Assalamu’alaykum” lagi buat perpisahan sama bapak-bapaknya. Karena besok kita nggak kesana lagi.
Setelah sesi terakhir itu kami ikut penutupan sidang. Muka temen-temen pada capek tapi tetep sumringah.
Pulang dari Peking Univ hari itu aku tepar. Nggak sengaja ketiduran. Trus si bule gila Tony malah tendang-tendang ranjangku.
“Hey, wake up you lazy girl!”
Hadoh, ni orang bedon bener sih, aye capek sidang 2 sesi men T.T
Masih pura-pura tidur akunya. Biarin aja deh dikira kebo. Terlanjur BT aku hiks.
Aku lupa malem itu kita makan apa ya haha. Ini akibat dari nggak segera dicatet deh ><
Ah, kangen deh sama temen-temen baruku :)
Dan besok-besoknya, it’s our play time guys :D
Label: holiday of yey me, nice trip or what?
Trip to Beijing (Part 3) /
0 comments (+)
Rencana hari berikutnya adalah, menemukan KBRI untuk laporan datang. Kami baru keluar sekitar pukul 11an dari hostel, sampai di Dongzhimen station jam 12an. Kita jalan aja karena dialamatnya KBRI itu di outer Dongzhimen.
ini diluar Dongzhimen station
OOT hehe, aku nemu sesuatu yang unik disana. Iklan-iklan ditaruhnya di trotoar pejalan kaki. Karena apa? Karena orang sana banyakan jalan liat kebawah. Dan karena tiap beberapa hari, ada yang ngebersihin tiang dari tempel-tempelan poster. Bersih banget deh Beijing itu. Tiap beberapa jam sekali kita juga nemu kendaraan (semacam truk) dengan sikat besar berputar dibawahnya. Untuk membersihkan jalan. Waow banget haha
Kami terus jalan menyusuri jalan Dongzhimen itu dengan canda tawa. Pake foto-foto juga. Kapan lagi kita nggembel di negeri orang coba? Haha
Namun, sampai beberapa waktu kemudian, kita tetep belum nemu itu KBRI. Buset dah.
Akhirnya kita mampir bentar makan di Mc D (because we thought it is the safest food, no pork). Masih becanda-becanda juga, ngatain jaket si pepri yang warnanya serupa dengan jaket mas-mas McD haha
McD disono murah ye? 16,5 yuan (RMB 16,5) udah dapet burger, kentang dan coke dengan porsi besar tanpa ada pajak tambahan. Dewa bener.
Abis itu, kita keluar lagi. Ampun deh, makin lama kabutnya makin tebel. Aku belum pernah berada ditempat yang siang (harusnya panas) malah diselimuti kabut.
Dua jam keliling dan itu tempat
Sekitar jam 3an gitu, kita akhirnya nemu salah satu kantor kedutaan. Kalo gak salah sih kedutaan Swiss. Nah, biasanya kan kantor kedutaan itu satu kawasan. Harapan kita udah kembali muncul. Nanya ke polisi China yang pake seragam ijo itu loh.
OOT bentar ya, fyi konsistensi mereka itu mantap banget loh. The green police i mean. Mereka Cuma disediain satu petak blok kayak yg biasanya tempat bendera di Indo. Denger-denger shift mereka 12jam dan aku liat dipinggir petak balok dari semen itu Cuma ada 1 gelas air minum. Dan selama 12 jam shift mereka itu, mereka Cuma berdiri ngawasin tiap rumah Kedutaan-kedutaan itu. Satu kedutaan, satu penjaga. Ya Tuhan, merinding deh waktu itu liat pengabdian mereka. Emang kerjanya remeh, tapi hal kayak gitu jarang ditemuin disini. Tapi gak tau juga sih mereka ngelakuin tugasnya karena bener-bener mengabdi ato karena takut peraturan negara mereka yang otoriter. Centralism is not that bad if we look with a different perspective. Dan tentu kalo pemerintahnya punya komitmen dan konsistensi seperti negara yang sudah kukunjungi itu.
Ternyata, KBRI masih jauh dari tempat itu T.T
Kita sempet ketemu orang Kanada. Dan mereka bantuin nyari lewat gps berhubung pak polisi-polisi tadi nggak ngeh bahasa inggris. Dengan bantuan gps pasutri Kanada itu kami lebih mendekat pada KBRI. Tapi ternyata nggak secepet itu. Kami masih nyasar, masuk ke blok kedutaan yang lain. Takjub ngeliatin itu kedutaan gede bener. Lewat kedutaan Arab dan si fuad pamer kemampuan bahasa arabnya :D
Abis itu dianter lagi. Pokoknya kita ketemu orang baik banyaaaaakkk banget. Karena kita nyasar berkali-kali dan akhirnya kami sammpe KBRI jam 4 kurang 15 menit. Mepet banget ><
Harapan kami besar banget sebelum dateng kesitu. Kita di negara bahasa alien, gimana rasanya bakal ngomong sama orang Indo lagi diluar kelompok kita. Tapi begitu masuk
“Ah, ekspektasi ku terlalu tinggi rupanya,” Cuma membatin kayak gitu.
Mbak dan mas nya jutek. Sok penting banget. Trus kita juga disuruh fotocopy sendiri
“Mas keluar dari ruang ini belok kiri aja, abis itu cari ruangan yang ada mesin fotocopy-annya,”
What the? Masa iya kami disuruh cari sendiri? -.-
Untungnya kami dikasih tau sama mbak-mbak yang duduk disebelah kami. Udah gitu ternyata rusak pula fotocopy annya zzzzz
“Hh, yaudah, sini saya fotocopy aja,” mas-masnya menghela nafas panjang. Seolah-olah nanganin orang-orang retarded gitu. Plis deh mas, itu kan perlengkapan kantor mas, masa iya ngambek didepan kita?
Trus, kalo ada fotocopy an di kantor mas dari kapan tau, kenapa kita disuruh fotocopy sendiri? nggak efisien ih
Abis itu udah deh males banget kami sama mereka. Kita mau numpang sholat aja Cuma dikasih sajadah dan disuruh sholat di tempat fotocopy an. Ya Amplop. Ya wes kita nggak jadi aja. Males duluan.
Mana air mineralnya kosong lagi, buset dah kami jalan hampir 4 jam dingin-dinginan dan nggak ada minum. TT sedih bener. Sama orang setanah air perlakuannya begini.
Ada juga yang nanya tempat, tapi abis itu dijawabnya “liat aja di google map,”
Yee, kalo di google map mah nggak usah dibilangin kali ya. Harapan dari penanya itu kan biar dapet penjelasan lengkap harus kemana-mananya.
Kami ngisi kritik dan saran. Ah, aku jadi menggeneralisasikan kalo birokrat di Indonesia nggak akan membaca dengan serius itu kritik dan saran. Nggak yakin dibaca juga sih. Biarin deh, yang penting kita punya niat memperbaiki. Terserah yang diposisi atas-atas itu aja mau memperbaiki apa nggak. Kalo kalian nggak sanggup, generasi kami yang bakal ganti! (tiba-tiba emosi lagi, abis kena kuliah Etika Administrasi Negara, jadi ngerti :P ).
Btw, laporan dateng itu ternyata Cuma segede 2jempol T.T tapi sayangnya penting sekali untuk menjamin kehidupan kami disana.
Jangan langsung percaya ya sama tulisanku haha, biar temen-temen tertarik untuk datang ke beijing dan mencoba sendiri KBRI nya.
Oke oke, calm down.
Abis dari sana, si Uchi bilang ‘bye-bye’ ke polisi ijo. Dengan canggungnya dia ngangguk.
Kami lanjut ke Peking University. Liat lokasi sidang besok hehe. Disana kami keliling-keliling dan nemu lokasi pembukaan sidangnya. Baru setelah itu kami balik. Mampir dulu beli coat soalnya nggak kuat hawa dinginnya TT . untungnya aku sama uci dapet coat murah harga 99 yuan haha.
(nanti beberapa kebijakan unik disana aku kasih di akhir cerita aja ya hehe, kami dapet banyak cerita dari alumni kami yang kerja di Perminyakan Beijing yang makin bikin takjub)
Pulang-pulang, kami beli nasi lagi di bar hostel dan makan dengan kering-keringan haha. Aduh, lidah kami belum terbiasa dengan makanan hambar orang sana.
Ini kejadian yang bikin shock. Malem-malem, saat kami tertidur lelap. Tiba-tiba... ada gedoran di pintu hostel kami. Si fuad pergi membukakan pintu. Tiba-tiba dia membereskan satu ranjang yang tidak kelompok kami tiduri (kami ada 5 orang sementara ada 6 kasur dikamar itu). Dan satu cowok masuk. Karena aku terlalu ngantuk, aku tidur aja. Nggak ngeh apa-apa.
Paginya, hari pertama sidang. Kami bersiap-siap dari pagi. Jelas aja kami gaduh. Kasian juga liat mas-mas bule itu bobo sekamar bareng kita. Pagi-pagi udah gaduh ada bau menyengat juga dari pop mie bikinan kami haha.
Kami, udah rapi pake suit dan pantofel, jalan ke stasiun Yonghegong Temple.
Menuju Peking University .
Label: holiday of yey me, nice trip or what?
Trip To Beijing (Part 2) /
0 comments (+)
Yak, mumpung gak ada kerjaan oke, setelah perjalanan sekitar 5 jam an itu, kita sampe di BJ. kira-kira tengah hari kita sampe itu. lengang deh bandaranya. cuma kita yang lewat. awal musim semi yang masih menusuk dinginnya. mampir kamar mandi bentar dan kita baru ngeh, disini nggak kayak di Indo. kamar mandi emang lebih bersih, tapi semuanya tisu. gak ada air T.T
dalam 2 minggu trip itu, aku inget, betapa kita kangen abis pipis langsung cebok.
setelah itu kita keluar, foto-foto di bandara sebelum beberapa menit setelahnya kita ngeliat sign no camera. kita jalan lagi, luggage claim. sebelum pemeriksaan itu kita liat tanda no food. dan didalem tas pepri ada apel. serem kalo ngelanggar peraturan (sekecil apapun itu) di negeri itu, akhirnya pepri memutuskan buat buang apelnya. sialnya, pas dibuang itu apel bunyi kenceng banget.
untung gak kenapa-kenapa. untung kepala masih ditempat.
beberapa menit kemudian dia nyesel buang tuh apel karena ujung2nya kita nggak diperiksa juga tasnya zzz
koper-koper segede gaban itu udah mulai ditangan kita. tujuan selanjutnya adalah airport express.biaya buat airport express itu RMB 25. sekalian kita beli tiket subway RMB 2 sekali jalan. ah, itu airport express bagus bener *norak*
di indo kagak ada nih TT
pas di airport expressnya sih enak nyoo, begitu sampe di stasiun Dongzhimen, kita pindah ke subway dan kemudian tragedi tanah abang terulang. tangga-tangga tinggi nan cantik itu terpapar sudah. langsung cacingan.
untungnya cowok-cowok team kita mental
aku sempet dibantuin juga sama orang lokal sih. sepertinya mukaku menunjukkan aku sangat butuh
sampai di stasiun Yonghegong Temple. cantiknya, ini tangga naik manual semua. tak ada elevator TT
ooh, China, kau memaksaku exercising.
dari Yonghogeong Temple itu, kita nyebrang. cari hostel yang mau kita
kita, tentu dengan koper-koper besar yang mengekor tiap orang. jelas kita keliatan jadi orang ilang. sampe akhirnya kita jalan lagi kedepan dan nemu taman buat duduk-duduk bentar. sementara si fuad dengan jiwa
kita di antah berantah.
selama kita menunggu itu, si ical dan pepri foto-foto. sementara aku setengah cengok karena takjub. gak nyangka aku ada di tanah orang. TT . terharu meen
dan tiba-tiba kita disamperin seseorang. ibu-ibu potongan pendek pake mantel gede ada warna kuningnya kayak di kerucut jalanan.
ibu-ibu: @$%#%$&*%&^%
kita: *ngedip-ngedip, berharap bisa tau apa yang dimaksud si ibu*
ibu-ibu: &*^&^^%$$#*^#$@#^^%&(^
salah satu dari kita inisiatif: eh, dia minta peta, peta! kasih dia peta!
(dikasih peta) ditolak sama si ibu-ibu
ibu-ibu:@#%^&*(*&^%#
(dikasih hp) ditolak juga. ah, baiknya si ibu ini, kalo aku disodorin hp mah langsung dibawa ngabur
baru akhirnya aku kasih fotoku, beliau muntah-muntah haha gak deng :P
abis itu dia patroli lagi. kita bingung mau ngapain.
Pepri: eh, tas kita tuh berantakan tau, pantesan kita dikira gembel. beresin-beresin!
ah pepri, seandainya anda tau, dengan tas tertata rapi pun muka kita tetap tak bisa berbohong bahwa hari itu kita emang gembel.
si ibu, balik untuk yang kedua kalinya ke kita dengan bahasa aliennya. ah, ibu, meskipun saya terharu, tetep aja saya nggak ngerti apa yang anda katakan.
untungnya si fuad balik tuh. dia bilang kita salah jalan. harusnya tadi gak usah nyebrang, tapi langsung belok aja. dan akhirnya kita cari taksi. kesan pertama taksi di China itu kasar TT
karena ini bapak supir nggak ngerti bahasa inggris juga, akhirnya kami menggunakan bahasa yang lebih mendunia, lebih universal dari bahasa inggris. BAHASA TARZAN!
dengan tunjukan tangan dan sedikit aksen "ha!", "hmm!" dan anggukan kepala, mereka jalan deh :)
sounds fun huh?
ilang di negeri orang ini namanya haha
sampe hostel, Candy Inn, kita takjub. karena kelas hostel begitu nyalain listriknya pake card gitu macam hotel bintang lima di Indonesia tercinta.
hostelnya macam dorm gitu tapi bersih. lovely banget deh buat harga semurah itu
(sepertinya harus di upload gambarnya ><)
malemnya, kita cari beberapa supermarket dan tempat makan.
di supermarketnya itu bikin aku kaget. kita gak dapet plastik sodara-sodara. untungnya aku bawa tas, jadi aku masukin tas. pas aku tanya sama pepri di depan mereka bilang kalo
"mau plastik? bayar lagi tau 4 sen"
wow, mereka (entah mereka sadar apa nggak) menerapkan go green loh. karena bapak-bapak yang bayar sebelum aku bawa tas nya sendiri. sepertinya mereka sangat sayang pada 4sen mereka.
di Indo kalo kayak gitu jangan-jangan malah kena pengaduan pelayanan buruk kali ya?
setelah itu, kami jalan cari makan.
jalan jauh dan nggak nemu menu pake bahasa inggris (karena kami takut kalo asal mesen ntar pake babi TT)akhirnya kami balik ke hostel. beli nasi di bar hostel dan makan dengan kering tempe serta kering kentang.
keliatan gembel yak? tapi percayalah, makanan itu bagaikan dewa di kamar kami. bagai oase di gurun pasir. karena pop mie punya mereka hambar :P , dan kebanyakan makanan mereka bumbunya nggak sefantastis Indonesia
ah, makin cinta aku sama masakan Indonesia. makin cinta sama burjo :D
Label: holiday of yey me, nice trip or what?
Trip to Beijing (Part 1) /
0 comments (+)
Beberapa waktu lalu aku dan temen-temen satu tim ke beijing untuk mengikuti AIMUN 2011. Tepatnya pada tanggal 24-27 Maret 2011. Jadi, aku, berangkat dari Jogja tanggal 20 sore(abis siangnya pingsan di Mirota karena tanggal 19 malem terjadi sesuatu Nah, dengan koper segede gaban itu, selain menghambatku, koper itu juga menghambat banyak orang, aku jadi makin merasa bersalah. Mana jaket angkatan ada warna putihnyaaaa yang baru aku dapet malah jadi kotor banget TT . sampe di Jakarta pun aku juga belom lepas dari sial tuh. Rencananya kan mampir ke tempat Pepri buat numpang mandi tuh, terus baru ke bandara bareng-bareng si Pepri juga. Yang aku kaget itu, kenapa di stasiun tanah abang tangganya tinggi sekali hah?!
Dengan susah payah aku naik bersama koper besarku (pinjeman sih sebenernya, dari mbak Susan :P) sampe diatas, cari jalan keluarnya. Dan anda tahu sodara-sodara? Itu masih pake tangga lagi! Pig!
Meski tangganya turun yee, tetep aja itu koper kagak bisa diseret turun dengan lancar. Aduh, dikira aku ke Jakarta mau jadi kuli apa ya ini. Untungnya aku dibantuin sama mas-mas baik yang mau bantu bawain koper aku. Hiks, makasih ya mas :’)
Dari situ naik angkot M11 ke meruya tuh jam setengah 6 pagi. Mata masih berapa watt itu, abis semalem tidur nggak nyenyak. Ckck
Dan si abang supir angkotnya kagak mau nganter sampe deket tempat si Pepri. Sampe akhirnya aku diturunin di depan pasar, entah itu pasar apa. Pas ditelfon si Pepri, aku bilang pasar dia udah ngeh aja. Disuruh nunggu abangnya Pepri jemput.
Nah, waktu itu, ada bapak-bapak naik motor mendekati saya. Kayaknya ini Cuma masalah budeg-budeg an kuping siapa antara aku dan si bapak-bapak itu. Pas dia ngomong sesuatu, dalam hatiku
“Oh, ini kakaknya si pepri? Jaraknya jauh bener yak sama dia?”
Dan akhirnya aku nanya lah
“Kakaknya Pepri?” dan si bapak terlihat mengiyakan bagiku (meski sebenernya aku gak begitu denger jawaban dia) jadi akhirnya aku mencoba menaikkan koper super besarku ke motornya. Iye, saya emang makhluk cantik,mungil nan lemah jadi butuh bantuan buat naekin itu koper ke motor si bapak. Dan setelah koper dan aku naik ke motor merah itu, si bapak nanya
“Mau kemana neng?” dari sini saya mulai merasa aneh. Lah emang mau ngajak saya jalan kemana dulu nih?
“Ke rumah pepri kan?” aku memastikan.
“Rumah pepri itu dimana ya neng?” DHUARR! Ini baru bikin aku ngeh
“Lah, bapak bukan kakaknya pepri?” si bapak geleng-geleng dan aku mulai turun dari motor.
“Maaf, ya pak saya lagi nungguin orang, saya kira tadi bapak kakaknya pepri. Maaf banget ya pak,”
“Oh, nggak pa-pa neng,” dan setelah itu si bapak berlalu. Jeng! aku ditinggal malu sendirian didepan pasar. Aku Cuma bisa ngarep, kakaknya pepri cepatlah datang! Selamatkan saya!
Untung jalanan itu masih lumayan sepi, kalo nggak udah bisa jadi bahan ketawaan satu kampung itu saya hiks.
Beberapa menit kemudian, kakak pepri yang asli baru menjemputku didepan pasar. Itu koper emang butuh pengorbanan besar TT. Dan dibawalah kami ke rumah pepri :)
Sampe rumah pepri, aku istirahat bentar sama sekalian numpang mandi. Mamanya baik bener beliin aku sarapan dan diajak ngobrol kesana-kemari. Untung deh mamanya ramah >< . oiya, pas lagi sarapan, aku cerita ke si pepri tentang abang ojek tadi dan reaksinya “Bedon lu ven” sambil tertawa. Siaul. Abis makan, si Pepri jemput tuh si Fuad. Aku nunggu dirumah Pepri ditemenin mamanya.
Nggak lama, si Fuad aka mr atau miss? rempong dateng. Iye, dia semalem itu ketinggalan keretaku, jadi dia naik kereta yang laen dan lebih malem. Dia sampe langsung mandi, trus kita langsung berangkat ke Cengkareng. Si Fuad sarapan dijalan noh, eneg ya eneg dah tuh haha :P
Sampe di Cengkareng kami nunggu si Uci dan Ical yang berangkatnya dari rumah masing-masing. Si Uci dianter sekeluarga lengkap dan si Ical sendirian naik damri. Iye agak sedih emang dengernya.
Pas mereka dateng aku sama Fuad udah didalem buat ngurus-ngurus flightnya berhubung tiket kita itu tiket online. Nah, setelah itu si Ical, Pepri sama Uci masuk juga, kita nulis departure card. Hadeh, ga ada tempat duduk ya akhirnya kita duduk dilantai aja :P dan ternyata gak begitu jauh dari kita ada rombongan tki -.- bisa jadi kita yang terlunta-lunta ini disamain sama tki kali ya hiks
kayaknya kita dateng jam 11an deh waktu itu, aku lupa sementara flight kita jam setengah 2 naik Philipines Airlines. kenapa kita nggak naik maskapai milik Indonesia? karena harga yang ditawarin PAL lebih murah dari maskapai terkenal punya Indonesia. mereka bantu dengan potongan harga, tapi masih tetep lebih murah pake PAL. jadi dari situ kita mutusin pake jasa PAL.
Sebelum berangkat, kita masih sempet makan2 roti bekal si pepri haha, padahal di kabin gak boleh bawa makanan ya harusnya? tapi karena gak kena ya akhirnya kita lanjut ajaa haha.
kita naik
kita yang pada kampung seneng banget tuh mampir di Changi meski cuma 20 menitan. dengan kartu transit, aku kira kami gak akan kena pemeriksaan lagi. daaan ternyata, kami diperiksa lagi dan lebih ketat dari cengkareng. si Ical nyawanya lenyap separo karena parfumnya disita. padahal sebelumnya udah aku bilang kalo di kabin gak boleh bawa cairan lebih dari 10ml. dianya nekat. yasudalah itu melayang parfumnya. hal yang sama terjadi pada fuad, selainya (i really don't know why he brought a cup of jam with him. he can buy it when we come to China isn't it?). mereka berdua rada nyesel membawanya ke tas mereka yang mau dibawa ke kabin. sebenernya aku juga hampir kena sih, gara-gara kembang goyang (buat nari, hiasan yang dikepala itu loh hoho).
selanjutnya kami transit di Filipin 10 jam T_T
mamam deh tuh ya, ngapain aja coba kita disana. i thought it will be fun. tapi ternyata nggak semenyenangkan bayangan. kita berusaha keluar dari Ninoy Aquino. naik jeepney. semacam mobil jeep panjang yang belakangnya terbuka dan pake lampu warna-warni ala 17 Agustus.meriah bener itu kendaraan. macam opletnya mandra, tapi depannya nggak pesek haha. harganya 8 piso. dan kita kedepan cuma nemu KFC. karena katanya Manila itu seseram rimba raya Jakarta, kita nggak berani lebih jauh dari itu. dan akhirnya kita cuma nongkrong bentar di KFC beli Krusher yang sumpah enak banget! dan
oiya, fyi, yang punya saus sambal itu cuma Indonesia loh hho bangga.
balik ke sambel
setelah itu, kita balik ke Ninoy Aquino dan cari tempat buat tidur. Saat-saat seperti itu, aku rindu kosan mungilku yang nyaman. kami cari tempat buat sholat dan nggak nemu. aku baru inget cerita dari Dosen Otonomi daerah kami pak Agus Pramusinto yang mengatakan kalo disana toleransi pada umat muslim agak kurang. jadi kami takut, dan minta izin buat tempat sholat. izinnya keluar agak lama dan kita akhirnya dikasih tempat. bukan sebuah ruangan, tapi kami dapet izin kalo mau pake spot dideket tempat duduk yang banyak dipake orang buat tidur. kami akhirnya milih sholat sambil duduk. takut ricuh di negri orang ><
aih, susahnya beribadah di negri orang.
si pepri, yang juga sholat sambil duduk dibelakangku dan ical sempat berbicara pada kami disela-sela sholat jamaknya. aku membalasnya, dan jawaban hening kudapati setelah melihatnya dia masih melakukan sholat. merasa aneh dengan tingkahnya. setelah kami tanya, dia bilang
"Ngomong sama kalian itu gue jadiin pengalih perhatian, soalnya orang sebelah gue ngeliat. ntar gue dikira memuja setan lagi,"
sumpah ini bikin ngakak, sampe sekarang pun masih haha.
kami menggembel selama, setidaknya, 5 jam disana. bosan setengah mati dan langsung memutuskan bahwa tempat ini bukan tempat yang yahud buat dikunjungi lagi ><
Akhirnya sampe juga pagi hari, waktu dimana kami berangkat ke Beijing. mentari pagi itu yang kami tunggu-tunggu. entah sejak berapa lama aku jarang menikmati keindahan sinar matahari pagi, karena aku biasanya aku benci karena aku harus ke kuliah lagi dengan datangnya pagi haha.
pokoknya, matahari pagi itu bagus banget. hangat. dan kami meninggalkan Ninoy Aquino, Manilla,Filipin menuju Beijing.
Note tambahan: salad buah PAL pagi itu menu terbaik :)
harusnya mereka menyediakan itu setiap meal mereka.
Label: holiday of yey me, nice trip or what?
jelas saya tidak tahu saya kenapa /
0 comments (+)
there are two things that i want to sharepertama, masa-masa pms yang bikin galau beberapa minggu ini. sebenernya bukan pms juga sih, emang kelakuan aja yg aneh dari sononya -.-
numpang curcol disini.
jadi, awalnya, saya dan dia satu kelas. dan nggak tau kenapa tiba-tiba saya jadi suka ngeliatin dia. lucu sih, geek style gitu haha.
mm, itu semester tiga lalu loh. dan sekarang sudah semester 4 dan saya tetep cari-cari sosok dia dikampus. sekarang lebih ngarep lagi bakalan liat dia, setidaknya satu kali dalam seminggu. walaupun cuma sekilas.
dan saya berubah menjadi semakin aneh. tubuh saya gak bisa saya kontrol. kalo ada dia, dan dia juga gak tau dia sengaja ato nggak ,
kadang rasa sesaknya ingin membuat saya meneteskan air mata. saya nggak tau kenapa. saya bener-bener nggak tau kenapa. saya pengen kenal dia. tapi gak tau harus mulai darimana. kemaren add as friend di FB aja butuh waktu 30 menit untuk klik tombolnya. dan sebelumnya, selama 2 mingguan galau karena awalnya gak mau add FB dia. karena kemaren dibilangin sama salah satu temen dengan kalimat menohok, aku jadi mutusin buat add FB dia. dan sekarang malah bingung mau gimana TT.
okay, i need some help here TT
yang kedua, berkaitan dengan kegiatan saya yang sebentar lagi akan saya jalani. dengan berbagai macam cara, orang tua saya ikut membantu saya dalam urusan dana. padahal sebenarnya saya tidak ingin untuk merepotkan mereka dalam urusan itu. khususnya masalah dana.
saya jadi inget lagu Pussycat Dolls yang When i grow up, ada liriknya yang bilang
but be careful what you wish for, cause you just might get it
dulu saya mikirnya, anything i wish for, it must be good for me, right?
ternyata nggak. saya baru sadar kalo saya sudah terlalu egois karena memikirkan saya sendiri.
dari kebahagiaan saya atas keberangkatan kami, masih terselip rasa sakit di hati saya. jujur, saya tidak sepenuhnya bahagia. semua yang saya inginkan sudah didepan mata dan masih tersisa rasa sakit. saya tak tahu harus berharap seperti apa lagi pada Tuhan. karena saat ini, Tuhan selalu mengatakan "Ya" untuk setiap permintaanku.
pray for Japan /
0 comments (+)
pertama-tama kita heningkan cipta dulu buat sodara2 kita yang ada di Jepang. semoga semuanya selalu berada dalam lindungan Tuhan-hening-
...
...
...
oke, selesai :D .
kemaren sempet panik liat berita gempa Jepang karena sahabat aku lagi ada disana. tepatnya di Fukuoka sejak september kemaren akibat ulah scholarship.
karena aku kirim message gak dibales2, udah hampir mewek itu di warnet. untung papa sama mamanya sms aku kabar dia gimana. lega dia baik-baik aja :D
sekarang tokyo masih rawan katanya.
jadi mari kita berdoa semoga gempa2 susulan yang masih terjadi di tokyo segera berhenti dan masyarakat Jepang bisa recovery dengan cepat :) Amin
Label: mourning
when people start to say their sacred words /
0 comments (+)
yes i'm twenty and i guess it's not a taboo thing to discuss a few things anymore. bisa dibilang, aku itu kepala diatas awan. want t be forever young like peter pan. i love youth haha. sampai beberapa waktu terakhir aku masih berpikiran 'aku masih kecil' , ini bukan sesuatu yang bisa dilakukan oleh orang seumurku', 'aku rasa aku masih belum siap untuk ini, umurku masih segini kok' dan beberapa kalimat lainnya yang kurang lebih memiliki essence yang sama.
rasa tanggung jawab yang aku miliki tanpa aku sadari udah besar saat ini, seiring bertambahnya usia juga. years past by, dan aku masih kesusahan untuk beradaptasi dengan usia baru yang bilang era menuju dewasa. aku harus lebih menyadari bahwa aku nggak bisa berpikiran kayak anak kecil terus dan tidak mau tahu tentang urusan orang dewasa seperti yang dulu selalu kulkukan ketika aku masih bersama orang tuaku. biarlah mereka yang mengurus semuanya dan aku ckup memikirkan sekolahku. kini, aspek yang harus kutanggung lebih besar dari sekedar sekolah untuk meringankan beban pikiran orang tuaku juga.
kenapa aku mulai membahas masalah begini? alesannya adalah married. bukan! bukan aku kok. aku masih terlalu muda untuk itu :D , aku masih pengen sekolah lebih tinggi :D
sebenernya yang menggugah aku untuk berpikir lebih keras adalah beberapa waktu ini -gak tau kenapa- banyak banget temen-temen yang nikah. undangan mereka sebar di facebook. dan karena aku kulia, jadi gak bisa dateng deh. nitip doa doang hehe.
apa yang membuatku risau adalah, come on guys, you are still in my age., though i'm younger than you all. tapi kita satu angkatan. melihat banyak event serupa yang mulai diselenggarakan temen-temen, aku -terus terang- jadi takut.
bener ya aku udah masuk di usia ini?
bukan, bukan karena aku pengen ato apa. hadoh, aku aja cowo belom punya haha :P
tapi konstruk kultur di masyarakat sekitarku yang membuatku khawatir. aku takut nanti dari keluarga besar (e.g: grandma)menuntutku untuk melakukan hal yang sama.
-sekalipun dari dulu aku yang paling susah untuk dibilangin :P-
tapi aku takut kali ini mereka akan menggunakan wejangan yang lebih dasyat dengan segala macem kultur jawa dibawa-bawa.
rencanaku sih, ngabur ke luar negri biar aman kagak disuruh nikah sama grandma haha :P
kalo ortu mah minta aku kelar sekolah dan kalo bisa lanjut s2 sendiri hoho
love you mom & dad
kalian sangat mengerti aku :D
iyalah, orang anaknya sendiri.
aku jadi penasaran. apa yang ada dipikiran mereka ya? love? lust? ato ngerasa itu udah takdir?
mereka nggak takut?
kalo aku sih, udah jelas, takut setengah mati. maklum ya, masih proses menuju dewasa. jadi masih banyak sisi bocah pada saya
hmm, yang pasti butuh keberanian yang besar buat masuk ke satu fase kehidupan baru. keberanian untuk melepas kebebasan mutlak mereka. kemauan untuk berbagi juga diperhatiin.
dan akhirnya, aku cuma bisa bilang selamat menempuh hidup baru untuk teman-temanku. semoga awet sampai tua :D
Label: *galau, freakin' me out
friendship won't last either /
0 comments (+)
hari ini, rasa benci sedang melanda saya.benci pada diri sendiri saat tadi bangun kesiangan.
benci pada bus jalur 12/15 karena harus nunggu mereka selama 15 menitan sementara harusnya sudah masuk dikelas.
benci pada matahari pagi yang terlalu terik untuk satu pagi dan membuat susah untuk melebarkan pandangan.
benci pada kelas kuliah yang harusnya berlangsung karena dosen malah pulang secepat kilat (belum ada 10 menit beliau udah pulang) sementara saya menanti kelasnya dari kemarin karena saya pikir materinya menarik.
benci pada satu kenyataan bahwa saya kehilangan teman saya. bukan dalam artian dia tidak ada disini lagi. tapi hilang karena kami tidak lagi berjalan bersama, berbicara sebagai teman atau saling memperingatkan.
dia, orang yang pernah membuat saya malu karena tidak on time ketika bertemu untuk mengerjakan tugas.
dia, orang yang memiliki pendirian teguh dan selalu serius dengan apa yang menjadi tanggung jawabnya.
dia, orang yang bersahaja ketika orang lain sudah kehilangan arah.
dia, orang yang menyebalkan karena dia dari sananya sudah cerdas tanpa harus bekerja keras.
kini, dia sudah berubah. saya tak heran. semua orang juga berubah. tapi kenapa harus menjadi seperti ini?
anda, mendengarkan namun tidak menyimak.
anda, menghilangkan esensi bersahaja dari diri anda.
anda, mengedepankan ego daripada mendengarkan teman-temannya.
anda, menjadikan waktu bukan lagi sebagai sesuatu yang berharga dengan sikap dan behavior anda sekarang ini.
anda, masih tetap pintar sekalipun anda menjadi lebih malas saat ini.
anda, menjadi seseorang yang tidak bisa saya jadikan lagi panutan.
anda, lebih menyebalkan lagi saat ini karena rasa-rasanya semakin sombong dengan kecerdasan anda.
setiap saat saya berusaha dekat dengan anda terlalu sering saya sakit hati, saya minta maaf.
maaf, saya tidak bisa jadi teman yang baik karena saya tidak bisa mengingatkan anda lagi.
Jaga diri ya
Label: because i really fed up
really annoying /
0 comments (+)
yesterday i got a visitor :Dyey, siapa lagi kalo bukan temen SMA ku yang setia dateng kerumah tiap liburan
jeng-jeng :Gradhin
haha
dia emang penggemar setiaku kok, gak heran jabanin rumahku tiap liburan. kangen kali sama aku hahaha hehe, damai ^^
pengen sih maen kerumah dia, tapi gak tau mau naek apaan. naik bis aja kali ya? ada angkot kesana selain bis2 mini jurusan rumahnya gak ya?
sebenernya bis2 itu lumayan aman, nyaman, tentram, dan damai. sayangnya satu, seringnya bis itu bau ketek mas-mas gitu huhu
kan sengsara ya kalo kelamaan disitu? T.T
sepertinya i have to reconsider about the trip ><
sebenernya sejak beberapa hari yang lalu yang mau aku tulis ini udah jadi draft dikepalaku. cuma aku pikir ini terlalu personal untuk dibahas, but then i think if i could make it a lil bit unpersonal it would be fine.
oke, jadi beberapa waktu terakhir ini terus terang aku merasa terganggu dengan munculnya nomer-nomer baru yang ngajak kenalan dan semacam itu.
aku nggak keberatan sebenernya kalo ada yang menawarkan diri jadi temenku. sama sekali nggak keberatan.
tapi ya caranya itu lho, yang bener. masa iya ngajak kenalan jam 12 malem?! helloooo, saya masih anak sekolah, satu essemaaa
mulai gak fokus, haha.
masa gak tau etika sih? apa susahnya coba kalo orang-orang itu nelfon selepas maghrib ato jam makan siang gitu. at least itu semua orang tau jam-jam segitu jam-jam lepas kesibukan.
ketauan banget mau cari bonusan huff
agak sakit hati juga sih jadi ngerasa kalo i'm not worthy enough buat ditelpon di jam-jam prime gitu uhukk, nevermind
trus, ada lagi. aku menghargai kok pilihan tiap orang untuk menggunakan gaya bahasa dengan abjad besar-kecil ato dicampur-campur numerik gitu
in other word: Alay , sorry bukan saya lho yg bikin julukan ini. tapi ini jukukan udah worldwide ummm, menyebar di Indonesia doang sih
itu hak tiap orang untuk punya mark sendiri-sendiri.
cumaa, aku nggak suka baca-baca tulisan kayak begitu. huhu, maap bukan maksud mendiskriminasi. tapi aku kesusahan bacanya. i feel like a moron because i can't read those words. dan aku nggak suka merasa bodoh, jadi maklum kalo ntar ada yang sms dengan bahasa semacam itu kemungkinan besar balasannya simpel dan terkesan ketus. sering sih dibilang sadis sama temen-temen. ada juga dari orang yang ngatain aku angkuh dan semacemnya (anehnya, udah tau aku kayak gitu masih juga tetep di sms. weird)
umm, sebenernya aku juga lebih prefer kalo mau ngajak kenalan mereka dateng langsung nyodorin tangannya ngajak kenalan. that simple act could make a difference, you know.
dan sayangnya masih sedikit yang melakukan aksi gentleman itu.
jadi daripada ngaku xxx si pengacak nomor ato pura2 nomernya kutelfon (aku aja nggak ngerasa nelfon dia, GR bener)apalah itu, mending datengin langsung aja saya kalo mau ngajak kenalan. kenalan baik-baik. nggak sembunyi kayak pengecut gitu. males banget.
dan lagi, kayak gitu anda juga gak harus ngemis2 minta jadi temen saya kayak jablay kan?
there IS easier way, kenapa dibikin ribet?
Label: annoyed ;\
new playlist /
0 comments (+)
ayey, akhirnya aku masukin lagi playlist lagi hehesebenernya tadinya mau lagunya Anggun yang Sebelum Berhenti (Seize The Moment). suka banget soalnya sama lagunya yang itu ><
sayangnya di mixpod gak ada T.T sedih ,jadinya playlistnya lagu-lagu yang sekarang lumayan aku sering dengerin.
iye, mellow semua, bukan berarti feeling lagi mellow ya emang suaranya pada bagus >< hoho jadi aku seneng aja dengerinnya haha
ngomongin playlist gak penting banget deh ya haha
biarin, malem-malem emang waktu menggalau :D
Label: *galau
need some work hard to make it up /
0 comments (+)
semester ini bener2 banyak yang jatuh. harusnya aku capable dalam suatu mata kuliah dan gara2 nggak fokus, nilaiku cuma dapet standar. nggak memuaskan T.Taku tau harusnya aku fokus satu kegiatan, aku tipe orang yang nggak bisa split the mind into two or more activities dan aku tetep nekat berorganisasi?
wrong decision T.T
harusnya aku nggak ambil posisi penting di kepanitiaan. stay in line, no need to rush. semester ini harus fokus. ambil bagian di organisasi dengan proporsi yang lebih kecil. kuharap aku dapat lulus tepat waktu atau mungkin lebih cepat. Amin
beberapa hal nggak penting yang perlu diutarakan /
0 comments (+)
oke, berita pertama. saya nggak lolos. lagi. huff. yasudah, sekarang siap2 aja buat diapalin bapak2 dosen yang aku mintain surat rekom T.Tdan yang kedua, pulang dari bali, si gendut dek Raka bawa virus. akibatnya menularlah itu virus pada saya. dan kedua yang kena adalah si komandan aka emak >.< . menderitaa huhu
ketiga, sticker keyboarku yang warna warni dan motif
keempat, saya
so long peeps :)
udah malem, bobo dulu :P
Label: kayaknya lagi ngigo deh..
tentang saya yang -ternyata, kadang- bisa melebihi ekspektasi /
0 comments (+)
heihoooo, kayaknya mulai kecanduan blogging teratur lagi deh ya haha. maap itu judulnya nggak banget, aku tahu TT. aku memang kurang bisa menentukan judul yang pas dengan isi. kayaknya murni karena otak agak melenceng so, sebenernya aku baru inget lagi setelah siang ini aku terhenti didepan fisipol lama yang masih dalam pembangunan dan membuat tiga jurusan pindah sementara ke ujung universitas.
tadi, karena kebanyakan pinjem buku buat bikin tugas TAN, aku yang tenaga udah kayak emak-emak ini jadi take resest bentar didepan fisipol. disitu aku ketemu sama 2 temen (nungki dan satunya aku gak tau namanya huhu maap) dari seleksi komun yang aku ikutin beberapa waktu lalu. sebenernya, awalnya cuma sekedar basa-basi sih ya, nanyain
"gimana komunnya?" sementara si nungki cuma ngangguk dan temennya diem.
"Pada keterima kan?" nah waktu itu, temennya nungki menggeleng kepalanya. aku jelas kaget.
gimana bisa? kayaknya pas debat dia excellent gitu -dari kacamataku sih-
"Loh, bukannya yang ikut interview itu diterima semua ya?" tanyaku. dia menggeleng yakin.
"Nggak kok, di blognya aja namaku nggak ada,"
"Beneran? gak dapet surat juga?" aku masih nggak percaya juga sampe nanya berkali-kali.
"Nggak dapet," jawabnya. seketika ngerasa sayang kalo kemampuan dia nggak diakomodir. tapi aku tau temen-temen di komun pasti punya pertimbangan yang lain tentang penerimaan anggota baru ini.
aku cuma nggak nyangka aja aku masuk. kayaknya kemampuan debatku masih kalah dengan dia.
trus juga karena sempet denger kalo semua yang ikut interview ini diterima, pas nerima suratnya aku nggak begitu nervous. meski jantung sebenernya deg-degan lebih kenceng waktu buka amplopnya. dan hasil buatku adalah 'congratz'.
iya, aku diterima. makasih ya, mau kasih kesempatan buat aku. ini bener-bener berharga buat aku. makasih banyak, aku bakal kerja keras :D
Semangaaatt!!
ps: ngigo malem-malem dan bikin tugas bikin pusing deh huhu ternyata konstruk pikirku masih berantakan TT
jangan khawatir, ini hasil ketikan dari semalem kok, bukan menggalau pas ujiannya :P
Label: *galau, examination, me, mengampuzz
curcol kah? :D /
0 comments (+)
ini sebenernya udah mau diposting dari kemaren-kemaren. cuma karena saya punya penyakit lupa akut jadi ya baru sekarang ditulis. ini aja untung inget kemaren mikir apaan hahahagini, ceritanya pas kemaren mengingat masa sma ku, aku jadi inget pas ada presentasi dari agen yang nawarin saya buat studi di luar negri. waktu itu saya tertariknya ke Perancis. yang saya tau sih, disana sekolah desainnya bagus. padahal waktu itu saya pengen banget masuk HI, dan saya malah mikirin sekolah desain yang bagus sementara saya sendiri gak bisa gambar dan kalo pake baju udah mirip gembel. ironis memang, haaaaah.
jadi, intinya, saya pengen banget kesana. karena gak mungkin masuk desain, saya mempertimbangkan beberapa jurusan ilmu sosial atau politik (yang mungkin disana malah masuk fakultas seni, karena politik masuk seni katanya). begitu saya ikut konselingnya, mereka bilang kalo
"Ujiannya nggak susah kok. lebih susah soal uan di indonesia," begitulah. bikin mata saya makin berbinar-binar. eiffel i'm in love :D
"Ujiannya kayak gimana sih kak? pelajaran yang bakal diujiin itu apa aja ya?" tanya saya. berharap lebih banyak.
"Kamu maunya masuk mana?" tanya si kakak yang tiba-tiba makin cantik setelah ngeluarin mac nya dari dalem tas.
"Umm, kayaknya mau masuk politik atau sastra aja deh," balas saya.
"Oo, palingan ujiannya cuma matdas, bahasa sama ilmu pengetahuan sosial," kalo gak salah inget, jawabannya itu.
"Yang penting kamu bahasanya dulu sih, ntar kalo udah bisa bahasanya gampang kok," dan kemudian kakak itu nunjukkin soal matematika yang
nah, karena salah satu ijin orang tua tidak cair, jadinya saya nggak boleh berangkat. dan menjamur setahun di unikom bandung kemudian masuk ugm.
disini, banyak sekali fenomena 'salah jurusan'. entah itu karena mereka mengira bakal ada akuntansi di administrasi negara dan bakal mirip sama ekonomi, banyak yang jadiin administrasi negara ugm sebagai pilihan pertama.
*saya tidak termasuk ya, saya kena hasut sesaat jadinya milih AN jadi yg pertama. bukannya HI huhu* tapi yasudahlah, sekarang kan yang penting perjuangan saya disini :D.
back to topic, saya merasa aneh, kenapa banyak sekali yang salah jurusan? apa informasi yang ada tidak memadai? atau memang jurusan AN nggak terkenal jadinya banyak orang yang salah kira? ato karena substansi dari AN di tiap universitas itu sendiri berbeda-beda?
aku jadi mikir, seandainya ada ujian mandiri yang mungkin dilakukan oleh masing-masing universitas dengan pelajaran yang diujikan adalah materi-materi sma yang mungkin masuk ke materi kuliah juga kan enak ya? kita udah ada gambaran jadinya mau belajar apa nantinya kalau ujiannya ada mata pelajaran A,B dan C. jadi kita nggak mengawang-awang dengan ujian yang dipukul rata untuk semua jurusan, kalo sosial ujiannya geo, ekonomi, dan sejarah (padahal sejarah indonesia sendiri masih banyak yang simpang siur).
kalo matematika sama bahasa sih standar ya, tapi kan nggak semua orang excellent di pelajaran yang sama (untuk yang dikategorikan dalam sosial atau ipa). bakalan sayag banget kalo dilihatnya dari patokan yang dibikin pemerintah.
kasusnya sama aja kayak uan. tiga tahun belajar cuma dibuktiin di 3 hari pertarungan mati-matian. saya masih berpikir itu kurang adil pada teman-teman. banyak loh yang ikutan olimpiade dan ternyata pas uan nilainya itu mepet banget. tapi untungnya kalo sma kan nilai uan gak dipake masuk universitas. yang kasian itu yang smp mau ke sma. pake nilai uan, iya kalo pas bagus. kalo pas jatuh dan aslinya dia pinter gitu gimana?
uan emang bagus sih buat standardisasi, tapi ya jangan liat dari uan aja. kasian sama yang aslinya berpotensi.
kan belum tentu juga yang bagus nilai uan itu hasil mereka sendiri. fyi, hape masih bisa berkeliaran loh pas uan.
waktu kelas 3 sma, di tempat les saya termasuk orang yang populer ditanyain nomer hape. bukan karena saya melayani telepon curhat gituan ya, tapi karena mereka melihat saya berpotensi sebagai saluran menuju 'nilai baik' .
untungnya waktu itu saya nggak ada hape. jadi gak ribet hahaha
melayani bagi yang mau share hal-hal semacam ini :D, silahkan
mungkin nanti bisa berdiskusi hehe
Label: rarely write something like this